Iran eksekusi mata-mata Israel dalam protes anti-pemerintah

Iran Melakukan Eksekusi Mati terhadap Dua Agen Mossad dan Seorang Warga Negara

Pemerintah Iran dilaporkan telah mengeksekusi mati dua agen intelijen Israel (Mossad) yang terlibat dalam aksi protes antipemerintah di Kota Mashhad, Iran. Kedua agen tersebut bernama Mehdi Rassouli dan Mohammad Reza Miri. Mereka diketahui terlibat dalam kerusuhan yang terjadi pada Desember 2025 dan Januari 2026 lalu.

“Mehdi Rassouli dan Mohammad Reza Miri, agen Mossad yang terlibat dalam kerusuhan Januari di Mashhad, bertanggung jawab atas kekerasan yang meluas dan kematian seorang anggota pasukan keamanan, telah digantung,” demikian pernyataan situs web Mizan Online milik Lembaga Peradilan Iran yang dirilis pada Senin (4/5/2026).

Selain kedua agen Mossad tersebut, Iran juga mengeksekusi satu orang warganya yang terlibat dalam aksi protes antipemerintah. Nama warga Iran tersebut adalah Ebrahim Dolatabadi. Ia terbukti menjadi salah satu pemicu aksi protes yang berlangsung di Mashhad. Aksi anarkis yang ia lakukan selama protes menyebabkan kematian sejumlah pasukan keamanan Iran.

“Ebrahim Dolatabadi, salah satu penghasut utama kerusuhan di Mashhad yang menewaskan beberapa anggota pasukan keamanan, juga digantung,” lanjut pernyataan Lembaga Peradilan Iran.

Iran Telah Menjalankan Eksekusi Mati terhadap 24 Orang sejak Berperang dengan Amerika Serikat dan Israel

Sejak mulai berperang dengan Amerika Serikat dan Israel, Iran tercatat sudah mengeksekusi sekitar 24 orang. Sebelumnya, jumlah eksekusi mencapai 21 orang sejak konflik pecah. Namun, eksekusi tiga orang yang terlibat dalam aksi protes antipemerintah pada Senin (4/5/2026) menambah jumlah orang yang dieksekusi oleh Iran menjadi 24.

Menurut laporan dari Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Volker Turk, orang-orang yang dihukum mati oleh Iran didominasi oleh mereka yang terlibat dalam kerusuhan pada Desember dan Januari lalu. Beberapa dari mereka juga dihukum mati karena terlibat dalam membantu AS dan Israel dalam perang melawan Iran.

“Saya terkejut dan khawatir. Pihak berwenang Iran terus membatasi hak-hak rakyat secara drastis,” kata Turk mengenai eksekusi mati yang dilakukan oleh Iran. Ia menyebut eksekusi tersebut sebagai bentuk pengekangan Iran terhadap warganya untuk mengkritik pemerintah.

Iran Terkenal dengan Banyaknya Eksekusi Mati

Iran sendiri memang terkenal sering kali mengeksekusi mati orang-orang yang berseberangan dengan pemerintah. Hal ini membuat Iran menjadi negara dengan jumlah eksekusi mati terbanyak setelah China.

Menurut laporan Iran Human Rights, pada 2025 saja, Iran tercatat sudah mengeksekusi mati setidaknya 1.500 orang. Dari jumlah tersebut, 12 di antaranya dieksekusi karena terlibat aksi protes antipemerintah pada 2022 dan 2023.

Pos terkait