Jay Idzes Tuai Sorotan Pasca Laga Imbang Sassuolo Kontra Parma
Pertandingan pekan ke-18 Serie A musim 2025-2026 antara Sassuolo dan Parma di Stadion Mapei pada Sabtu (3/1/2026) berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil ini, meskipun menyelamatkan satu poin bagi kedua tim, justru menimbulkan sorotan tajam, terutama kepada bek tim nasional Indonesia, Jay Idzes. Kegagalan Sassuolo mempertahankan keunggulan di kandang sendiri berujung pada penilaian kritis terhadap performa Idzes dari media Italia.
Sassuolo sejatinya sempat unggul terlebih dahulu melalui sundulan akurat Kristian Thorstvedt. Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Momen krusial yang menjadi perhatian adalah saat bek berusia 24 tahun itu dinilai gagal menjalankan tugasnya dengan optimal dalam mengantisipasi gol balasan Parma.
Analisis Kinerja Jay Idzes
Media Italia, Tutto Sassuolo, memberikan penilaian yang kurang memuaskan kepada Jay Idzes, dengan memberinya skor 5,5. Penilaian tersebut menyoroti beberapa aspek dalam permainannya:
- Tantangan Fisik yang Berat: Deskripsi performa Idzes menyebutkan bahwa ia menemukan lawan yang sepadan dalam diri striker Parma, Pellegrino. Sang striker asal Argentina digambarkan sebagai pemain yang tangguh secara fisik dan sulit digeser.
- Kalah Duel: Dalam duel-duel fisik melawan penyerang tengah Parma, Idzes dinilai terlalu sering kalah. Hal ini menjadi salah satu faktor yang memungkinkan lawan untuk menciptakan peluang.
- Kesempatan yang Terlewatkan: Penilaian tersebut juga menyayangkan bahwa Idzes seharusnya bisa lebih proaktif dalam mencoba memblok tembakan yang berujung pada gol penyeimbang Parma. Kegagalan dalam melakukan blok tersebut dinilai sebagai sebuah kesempatan yang terlewatkan.
Dalam analisisnya, Tutto Sassuolo menulis, “Dia menemukan lawan yang sepadan untuk Pellegrino. Dia lawan yang tangguh, secara fisik menantangnya. Penyerang tengah Argentina itu secara fisik sulit digeser, dan pemain Indonesia terlalu sering kalah dalam duel. Dia bisa saja keluar dan mencoba memblok gol Pellegrino.”
Respons Pelatih Fabio Grosso
Menanggapi hasil imbang dan kebobolan di kandang sendiri, pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, mengungkapkan kekecewaannya. Meskipun demikian, ia enggan menunjuk satu pemain sebagai kambing hitam atas hasil tersebut.
“Kami membiarkan mereka mencetak gol penyeimbang, tetapi kami tidak mampu kembali unggul,” ujar Grosso, mantan juara Piala Dunia 2006. Ia menambahkan bahwa timnya seharusnya bisa memberikan dampak yang lebih signifikan di babak kedua, terutama dalam penyelesaian akhir, dan mampu mencegah lawan membuka ruang untuk menyerang.
Grosso menyadari adanya kesulitan di beberapa momen pertandingan, namun ia juga mengakui bahwa di saat lain timnya seharusnya bisa bermain lebih baik. Meski demikian, ia menerima satu poin yang diraih dan menekankan pentingnya pemulihan cepat untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.
Posisi Klasemen Sassuolo dan Parma
Hasil imbang ini menempatkan Sassuolo di peringkat kesembilan klasemen sementara Serie A dengan total 23 poin dari 18 penampilan. Sementara itu, Parma menduduki posisi ke-14 dengan raihan 18 poin. Pertandingan ini menjadi pengingat akan ketatnya persaingan di Serie A dan pentingnya setiap detail permainan, terutama bagi pemain seperti Jay Idzes yang terus beradaptasi dengan level kompetisi tertinggi di Italia.




