Kabur dari Polisi, Terduga Curanmor Tabrak Pelajar, Berakhir di Polsek Abepura

Pelarian Berujung Petaka: Pengendara Motor Curi Tabrak Pelajar, Terbongkar sebagai Pencuri

Sebuah insiden tragis terjadi di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Sabtu (17/1/2026) lalu, yang tidak hanya menimbulkan korban luka dari kalangan pelajar, tetapi juga mengungkap jaringan pencurian kendaraan bermotor. Pelaku yang berinisial SM, awalnya berusaha kabur dari kejaran polisi karena pelanggaran lalu lintas sederhana, namun pelariannya berakhir dengan menabrak seorang siswa dan akhirnya terbongkar sebagai pencuri motor.

Peristiwa bermula ketika personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jayapura tengah melakukan pengaturan lalu lintas pada jam sibuk pagi hari. Petugas melihat seorang pengendara sepeda motor Honda Beat hitam melintas tanpa mengenakan helm. Berdasarkan prosedur, petugas bermaksud menegur dan melakukan pemeriksaan. Namun, alih-alih menepi, pengendara tersebut justru memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, mencoba menghindari petugas.

Upaya pelarian ini berubah menjadi situasi mencekam ketika motor yang dikendarai pelaku oleng dan menabrak seorang pelajar yang sedang menyeberang jalan di depan Sekolah Menengah Atas (SMA) Asisi. Benturan keras menyebabkan sang pelajar mengalami luka-luka. Warga sekitar dan petugas kepolisian yang berada di lokasi kejadian segera memberikan pertolongan pertama kepada korban.

Kronologi Kejadian: Dari Pelanggaran Lalu Lintas Hingga Pengungkapan Curanmor

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Jayapura, AKP Robertus Rengil, menjelaskan bahwa pengejaran terhadap SM murni bermula dari pelanggaran lalu lintas yang terlihat jelas. “Saat akan dilakukan penindakan, pengendara tersebut justru melarikan diri dari petugas,” ujar Robertus.

Setelah insiden kecelakaan tersebut, polisi segera mengamankan SM. Tindakan ini juga bertujuan untuk mencegah amuk massa yang mulai tersulut emosi melihat nasib nahas yang menimpa pelajar tersebut. Di kantor polisi, kecurigaan petugas semakin menguat ketika SM tidak dapat menunjukkan kelengkapan administrasi kendaraan yang sah.

Tim identifikasi dari kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan mendalam terhadap nomor rangka dan nomor mesin pada sepeda motor matic berwarna hitam yang digunakan SM. Hasil pemeriksaan sistem secara mengejutkan menunjukkan bahwa motor tersebut teridentifikasi sebagai barang bukti pencurian. Laporan kehilangan motor dengan ciri-ciri serupa ternyata telah masuk di Polsek Abepura pada bulan sebelumnya.

“Kami sudah hubungi pemilik sah dari motor tersebut untuk memastikan status kepemilikan motor yang hilang selama sebulan,” beber Robertus. Konfirmasi dari pemilik sah pun membenarkan bahwa motor tersebut adalah miliknya yang telah dicuri.

Penyerahan Kasus dan Implikasi Hukum

Menindaklanjuti temuan ini, Sat Lantas Polres Jayapura kemudian melimpahkan seluruh kasus, termasuk terduga pelaku dan barang bukti, ke wilayah hukum asal laporan pencurian kendaraan bermotor. Proses serah terima dilaksanakan pada Sabtu siang, sekitar pukul 14.00 WIT, kepada petugas piket Polsek Abepura.

SM kini harus menghadapi konsekuensi hukum yang berlapis. Selain terjerat pasal terkait tindak pidana pencurian kendaraan bermotor, ia juga akan dikenakan sanksi atas kelalaian dalam berlalu lintas yang menyebabkan korban luka-luka.

AKP Robertus Rengil menekankan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas. Menurutnya, pelanggaran lalu lintas yang kerap dianggap sepele, seperti tidak mengenakan helm, justru seringkali menjadi pintu masuk bagi polisi dalam mengungkap kejahatan yang lebih besar.

“Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap aksi curanmor yang masih marak terjadi di wilayah Jayapura,” tegasnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap tindak kejahatan yang mereka saksikan demi menciptakan lingkungan yang lebih aman.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan, sekecil apapun, dapat memiliki konsekuensi yang signifikan. Upaya menghindari tanggung jawab melalui pelarian justru seringkali memperburuk keadaan dan membuka tabir kejahatan yang lebih serius.

Pos terkait