Kadus Berbekung Tewaskan Mbah Sumriyeh, Aksi Jambret Berbalut Sarung Viral

Tragedi Penjambretan di Pamekasan: Nenek Meninggal Usai Terjatuh dari Motor

Sebuah peristiwa tragis menggemparkan warga Pamekasan, Jawa Timur. Sumriyeh (60 tahun), seorang nenek yang sedang dibonceng di atas sepeda motor, meninggal dunia setelah menjadi korban penjambretan. Kejadian nahas ini berlangsung di Dusun Beltok, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, pada Rabu, 7 Januari 2026. Aksi kriminal yang berujung maut ini akhirnya terungkap setelah kepolisian berhasil meringkus pelaku pada Minggu, 11 Januari 2026.

Peristiwa bermula ketika korban, Sumriyeh, sedang dibonceng oleh putrinya, Halimatus Sakdiyah (26 tahun), bersama dua cucunya, Alfian (7 tahun) dan Kayla (1 tahun 8 bulan). Mereka menaiki sepeda motor bernomor polisi M 3863 CC. Saat melintas, sebuah sepeda motor yang dikendarai pelaku mendekat dan mencoba menarik gelang emas yang dikenakan korban dari sisi kanan.

Dalam upaya untuk mempertahankan hartanya atau mungkin karena terkejut, kendaraan yang ditumpangi korban oleng. Akibatnya, Sumriyeh terjatuh dari sepeda motor. Nahas, ia mengalami luka parah akibat kecelakaan tersebut dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Keberhasilan kepolisian dalam mengungkap kasus ini tidak terlepas dari peran teknologi. Sebelumnya, foto-foto terduga pelaku yang terekam oleh kamera CCTV sempat beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut menjadi petunjuk krusial bagi tim Satreskrim Polres Pamekasan dalam mengidentifikasi dan melacak pelaku. Dalam rekaman CCTV, terduga pelaku terlihat mengendarai sepeda motor dengan mengenakan sarung, helm, dan kaus berwarna cokelat.

Kronologi dan Penangkapan Pelaku

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pelaku penjambretan yang menyebabkan meninggalnya Sumriyeh berhasil ditangkap oleh jajaran Satreskrim Polres Pamekasan pada Sabtu, 10 Januari 2026. Penangkapan dilakukan di Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, tepatnya di kediaman pelaku.

Seorang warga Sampang yang enggan disebutkan namanya membenarkan penangkapan tersebut. “Dia tetangga teman saya. Kebetulan sebagai kepala dusun dan ditangkap di rumahnya,” ungkapnya. Warga tersebut juga mengonfirmasi bahwa foto pelaku yang sebelumnya viral di media sosial adalah orang yang sama dengan pelaku penjambretan. Foto tersebut memang berasal dari rekaman kamera pengawas milik warga yang berhasil mengabadikan aksi pelaku saat mengendarai sepeda motor.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Pamekasan, AKP Doni Setiawan, membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Iya benar, masih proses dan diperiksa. Besok kita jelaskan,” ujarnya pada Minggu, 11 Januari 2026, saat dikonfirmasi.

Saat ditanya mengenai status pelaku yang santer disebut-sebut masih menjabat sebagai kepala dusun di Desa Tlagah, pihak kepolisian belum memberikan keterangan detail. Mereka meminta publik untuk menunggu penjelasan resmi yang akan disampaikan keesokan harinya.

Kasus Penjambretan Serupa di Wilayah Lain

Tragedi di Pamekasan ini bukanlah satu-satunya kasus penjambretan yang terjadi di Jawa Timur dalam kurun waktu berdekatan. Di kawasan Pasar Baru, Desa Pujon Lor, Kecamatan Pujon, sebuah insiden penjambretan juga dilaporkan terjadi pada Selasa, 6 Januari 2026, sekitar pukul 05.00 WIB.

Dalam kasus ini, seorang wanita paruh baya menjadi korban. Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, tiga orang pelaku yang menggunakan sepeda motor merampas paksa perhiasan berupa kalung dan gelang yang dikenakan korban. Wanita yang saat itu mengenakan daster dan berjalan sendirian, tiba-tiba dihampiri oleh para pelaku yang langsung menjambret perhiasan miliknya.

Meskipun korban sempat berteriak meminta tolong, namun karena kondisi lokasi yang masih sepi dan gelap, serta korban yang tidak berdaya, pelaku berhasil melarikan diri.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu segera melakukan perburuan terhadap para pelaku. Dari tiga orang pelaku yang terlibat, satu di antaranya berhasil ditangkap. Melalui interogasi awal, pelaku yang tertangkap mengakui perbuatannya dan menyatakan bahwa ia beraksi bersama dua rekannya yang kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

“Benar. Satu pelaku telah tertangkap. Saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya,” kata Kasat Reskrim Polres Batu, Iptu Joko Suprianto, pada Kamis, 8 Januari 2026.

Penyelidikan sementara mengungkapkan bahwa pelaku yang tertangkap ini tidak hanya beraksi di Pujon. Ia diduga telah melakukan serangkaian aksi penjambretan di beberapa lokasi lain di wilayah Malang Raya. Di antara lokasi tersebut adalah:
* Area Pasar Pujon, Desa Pujon Lor, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
* Desa Binangun, Kecamatan Bumiaji, pada 8 Desember 2025.
* Kawasan Sumbergondo belakang SMK pada 15 Desember 2025.
* Dusun Gondang, Desa Punten.
* Wilayah Santrean Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Batu.

Dalam setiap aksinya, pelaku diketahui secara spesifik mengincar perhiasan yang dikenakan oleh para korban. Pihak kepolisian menduga bahwa aksi-aksi penjambretan ini dilakukan secara terencana dan berulang, menunjukkan pola kejahatan yang sistematis. Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan pelaku dan memastikan keadilan bagi para korban.

Pos terkait