Kejutan 8 Besar: Unggulan 1 Dunia Ganda Campuran Tersingkir di Polytron Indonesia Open 2026

Kejutan di Polytron Indonesia Open 2026: Duet Unggulan Tumbang di Tangan Rekan Senegara

Babak perempat final Polytron Indonesia Open 2026 yang diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat (5/6/2026) menyajikan drama yang tak terduga dan mengejutkan. Salah satu kejutan terbesar datang dari nomor ganda campuran, di mana pasangan peringkat satu dunia asal Tiongkok, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, harus tersingkir lebih awal. Langkah mereka menuju semifinal terhenti secara dramatis setelah kalah dari sesama wakil Tiongkok, Cheng Xing/Zhang Chi.

Kekalahan ini bukan hanya menjadi pukulan telak bagi Feng/Huang, tetapi juga memperpanjang catatan minor mereka di turnamen Super 1000 yang paling bergengsi di Indonesia ini. Sejak debut mereka di turnamen ini pada tahun 2023, Feng/Huang selalu dijegal oleh kompatriot mereka sendiri, sebuah fenomena yang patut dicermati.

Duel Sengit Melawan Junior Sendiri

Pertarungan antara Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping melawan Cheng Xing/Zhang Chi berlangsung sengit selama 64 menit. Meskipun berstatus sebagai peringkat satu dunia, Feng/Huang dibuat bekerja keras dan harus mengakui keunggulan junior mereka. Dalam pertandingan tiga gim yang penuh ketegangan, Feng/Huang akhirnya menyerah dengan skor akhir 14-21, 21-11, dan 19-21.

Kekalahan ini mengakhiri harapan Feng/Huang untuk meraih gelar di Polytron Indonesia Open 2026 dan menegaskan bahwa Istora Senayan seolah menjadi “kutukan” bagi mereka.

Tren Negatif di Istora Senayan

Sejarah mencatat bahwa kiprah Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping di Polytron Indonesia Open selalu diwarnai oleh hadangan dari rekan senegara. Fenomena ini menjadi anomali besar mengingat status mereka sebagai salah satu ganda campuran terbaik dunia.

  • Edisi 2023: Saat memulai debut bersama di turnamen ini, Feng/Huang berhasil menembus babak semifinal. Namun, langkah mereka menuju final dihentikan oleh pasangan senior yang juga berasal dari Tiongkok, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong.
  • Edisi 2024: Pada tahun berikutnya, Feng/Huang kembali mencoba peruntungan. Namun, nasib serupa kembali menghampiri mereka. Kali ini, giliran Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, yang juga merupakan kompatriot mereka, yang berhasil menghentikan laju mereka di babak perempat final.
  • Edisi 2025: Catatan terburuk Feng/Huang terjadi pada edisi 2025. Performa mereka merosot tajam setelah tersingkir di babak 16 besar. Ironisnya, pelaku yang sama dengan tahun ini, yaitu Cheng Xing/Zhang Chi, menjadi lawan yang menjegal mereka.

Sejarah Berulang di 2026

Kini, pada Polytron Indonesia Open 2026, sejarah kembali berulang dengan cara yang kejam bagi Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Cheng Xing/Zhang Chi kembali menjelma menjadi batu sandungan dan momok menakutkan bagi senior mereka di ajang ini. Kemenangan ini semakin memperkuat dominasi psikologis Cheng/Zhang atas Feng/Huang, khususnya ketika bertanding di Indonesia.

Dengan hasil minor ini, terbukti bahwa Feng/Huang hingga kini belum mampu menaklukkan keangkeran turnamen Super 1000 di Indonesia. Mereka belum menemukan formula untuk bersahabat dengan atmosfer dan tekanan yang ada di Istora Senayan.

Sementara itu, kemenangan ini menjadi modal berharga dan suntikan motivasi luar biasa bagi Cheng Xing/Zhang Chi. Mereka kini memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi untuk terus melaju dan memburu gelar juara di Polytron Indonesia Open 2026, membuktikan bahwa mereka adalah kekuatan yang patut diperhitungkan di kancah bulu tangkis dunia.

Pos terkait