Kejutan Polytron Indonesia Open 2026: Thailand Hampir Tumbang oleh Jepang yang Dianggap Underdog

Kemenangan Dramatis Dechapol/Supissara di Babak 32 Besar Polytron Indonesia Open 2026

Di babak 32 besar Polytron Indonesia Open 2026, pasangan ganda campuran Thailand, Dechapol Puavaranukroh dan Supissara Paewsampran, berhasil melaju ke babak 16 besar setelah melewati pertandingan yang sangat sengit melawan pasangan non-unggulan Jepang, Yuichi Shimogami dan Sayaka Hobara. Pertandingan ini berlangsung selama tiga gim dengan durasi total 66 menit, yang membuat para penonton terus menerawang siapa yang akan menjadi pemenang.

Kejutan yang Nyaris Terjadi

Kejutan nyaris tercipta pada babak 32 besar sektor ganda campuran. Pasangan asal Jepang ini sempat memimpin dalam beberapa momen krusial, meskipun secara peringkat mereka tidak diunggulkan. Meski demikian, Shimogami/Hobara tampil tanpa beban dan memberikan perlawanan yang sangat gigih. Mereka bahkan berhasil merebut gim kedua setelah menunjukkan ketangguhan luar biasa di poin-poin kritis.

Namun, kematangan mentalitas Dechapol/Supissara sebagai unggulan kedua turnamen akhirnya menjadi pembeda. Mereka berhasil mengunci kemenangan dengan skor akhir 21-23, 21-19, dan 19-21. Hasil ini membawa mereka melangkah ke babak 16 besar Polytron Indonesia Open 2026.

Drama Gim Pertama hingga Adu Setting

Ketegangan sudah tersaji sejak awal gim pertama. Meskipun Dechapol/Supissara dianggap sebagai wakil elite dunia, Shimogami/Hobara langsung menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi. Mereka mencuri start dan memimpin perolehan angka pada awal laga.

Namun, Dechapol/Supissara tidak tinggal diam. Menjelang interval, mereka mulai menemukan ritme permainan dan berbalik memegang kendali. Adu strategi dan ketahanan fisik yang alot terus bergulir hingga memasuki poin kritis.

Saat Dechapol/Supissara mencapai game point 20-19, Shimogami/Hobara menunjukkan determinasi luar biasa dengan menyamakan kedudukan. Pada momen krusial ini, ketenangan Dechapol/Supissara dalam mengelola tekanan menjadi kunci. Mereka berhasil meredam agresivitas lawan dan membungkus gim pertama dengan keunggulan 21-23.

Tikungan Tajam Shimogami/Hobara di Gim Kedua

Memasuki gim kedua, kendali permainan awalnya berada di bawah dominasi Dechapol/Supissara. Pasangan Thailand ini tampak nyaman menyerang dan mendominasi sebagian besar jalannya pertandingan. Namun, kelengahan di fase akhir justru menjadi petaka bagi mereka.

Shimogami/Hobara memperlihatkan daya juang yang luar biasa. Sempat tertinggal, mereka perlahan bangkit dan menyamakan skor menjadi 15-15. Dechapol/Supissara sempat kembali menjauh untuk memimpin 18-16, tetapi momentum tersebut langsung diputus oleh sang lawan.

Memanfaatkan penurunan konsentrasi dari pasangan Thailand, Shimogami/Hobara secara impresif mendulang poin demi poin. Melalui tikungan tajam di poin-poin tua, wakil Jepang ini merebut gim kedua dengan kemenangan 21-19 sekaligus memaksakan terjadinya gim penentu.

Drama Comeback yang Kandas di Gim Penentuan

Gim ketiga berjalan bak rollercoaster. Dechapol/Supissara langsung tancap gas sejak awal untuk menegaskan status unggulan mereka. Menyerang secara agresif, mereka berhasil menciptakan selisih poin yang cukup jauh dan memimpin nyaman dengan skor 5-12.

Di ambang kekalahan, Shimogami/Hobara justru menampilkan magisnya. Melalui variasi serangan yang ciamik dan pertahanan yang rapat, mereka melakukan comeback sensasional dengan meraih rentetan poin hingga berbalik unggul 16-15.

Sayangnya, ketika kemenangan sudah berada di depan mata, kestabilan emosi kembali berbicara. Dechapol/Supissara yang kembali tertekan berhasil menemukan performa terbaik mereka tepat pada waktunya. Dengan ketenangan eksekusi di lapangan, pasangan Thailand ini kembali menjauh dari kejaran. Sukses meredam momentum kebangkitan lawan, dan akhirnya menyudahi perlawanan sengit Shimogami/Hobara dengan skor akhir 19-21.

Pos terkait