Mathew Baker: Bintang Muda Australia yang Siap Pecahkan Rekor Debut Termuda Timnas Indonesia
Perhatian pencinta sepak bola Tanah Air kini tertuju pada sosok Mathew Baker, seorang pemain muda keturunan Indonesia-Australia yang berpotensi mencetak sejarah baru bagi Tim Nasional Indonesia. Pemain berusia 17 tahun ini dipanggil ke skuad senior dan berpeluang besar untuk melakoni debutnya dalam laga uji coba internasional yang akan datang. Jika kesempatan ini dimanfaatkan, Baker tidak hanya akan merasakan atmosfer pertandingan internasional pertamanya, tetapi juga berpotensi memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang pernah mengenakan seragam Merah Putih di level senior.
Pertandingan melawan Oman yang dijadwalkan pada Jumat, 5 Juni 2026, pukul 20.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, menjadi panggung pertama bagi Baker untuk mewujudkan impian debutnya. Jika ia diturunkan dalam laga ini, Mathew Baker akan tercatat sebagai debutan termuda Timnas Indonesia dengan usia 17 tahun 23 hari.
Bahkan jika kesempatan debut di laga melawan Oman terlewat, Baker masih memiliki peluang emas dalam pertandingan uji coba berikutnya melawan Mozambik pada Selasa, 9 Juni 2026, pukul 20.00 WIB. Dalam laga tersebut, jika ia dimainkan, usianya akan genap 17 tahun 27 hari. Catatan usia ini akan melampaui rekor debut termuda sebelumnya yang dipegang oleh Arkhan Kaka.
Menyongsong Rekor Debut Termuda
Sebelumnya, rekor pemain termuda yang debut di Timnas Indonesia senior dipegang oleh Arkhan Kaka. Pemain muda potensial dari Persis Solo ini mencatatkan debutnya pada 9 Desember 2024, saat Timnas Indonesia bertanding melawan Myanmar di Stadion Thuwuna, Yangon. Saat itu, Arkhan Kaka berusia 17 tahun, 3 bulan, dan 7 hari. Usia Arkhan Kaka ini sendiri telah melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Ronaldo Kwateh.
Selama hampir dua tahun, belum ada pemain muda yang mampu menembus skuad senior dengan usia semuda Arkhan Kaka. Namun, kini muncul nama Mathew Baker, yang berpotensi mengukir sejarah baru. Perjalanan Baker ke timnas senior ini merupakan bagian dari program “strategi akselerasi” yang digagas oleh pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
Herdman, yang terkesan dengan bakat dan potensi Baker, secara pribadi meminta izin kepada pelatih Timnas U19, Nova Arianto, agar Baker dapat dilepas ke tim senior. Permintaan ini didasari oleh keyakinan Herdman bahwa Baker memiliki kualitas teknis, mentalitas, serta bakat yang sangat dibutuhkan oleh skuad Garuda saat ini. Herdman melihat Baker sebagai prospek jangka panjang yang sangat menjanjikan bagi masa depan sepak bola Indonesia.
Kesempatan Berharga di Bawah Bimbingan Pelatih Ternama
John Herdman terkesan dengan penampilan Mathew Baker saat menjalani pemusatan latihan timnas pada Mei lalu. “Mathew Baker menunjukkan banyak hal yang kami cari saat mengikuti pemusatan latihan pada bulan Mei,” ujar Herdman pada 2 Juni lalu di sela sesi latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Jakarta. “Dia memberikan kesan yang sangat baik kepada kami. Semakin muda seorang pemain memulai kariernya internasionalnya, semakin besar peluangnya untuk berkembang ke level berikutnya.”
Pemanggilan Baker ke tim senior ini menjadi kesempatan emas baginya untuk menimba ilmu dari para pemain berpengalaman yang bermain di Eropa. Di lini pertahanan, Baker akan berada satu tim dengan nama-nama seperti Justin Hubner, yang pernah merasakan kompetisi di Inggris bersama akademi Wolves dan kini bermain di Belanda bersama Fortuna Sittard, serta Elkan Baggott yang bermain di kasta kedua dan ketiga Liga Inggris bersama Ipswich Town.
Lebih istimewa lagi, Kevin Diks ditunjuk sebagai mentor bagi Baker selama pemusatan latihan ini. “Kevin Diks menjadi mentor baginya pekan ini. Dia bisa belajar langsung dari pemain yang memiliki pengalaman bermain di level tinggi dan sepak bola internasional,” jelas Herdman. Keberadaan mentor berpengalaman seperti Diks diharapkan dapat mempercepat adaptasi dan perkembangan Baker di lingkungan timnas senior.
Perhatian Media Internasional
Selain di Indonesia, bakat Mathew Baker juga menarik perhatian media di negara asalnya, Australia. Media Football360au secara khusus menyoroti kesempatan debut yang didapatkan oleh Baker. Dalam salah satu artikelnya yang tayang pada 2 Juni lalu, media tersebut menulis, “Seorang pemain muda berbakat asal Australia berusia 17 tahun belum melakukan debutnya di A-League, tetapi ia telah dipanggil oleh tim nasional senior Indonesia.”
Di Australia, Mathew Baker memperkuat klub Melbourne City di level kelompok usia. Ia sempat masuk dalam daftar skuad tim utama Melbourne City di ajang Liga Champions Asia melawan Sanfrecce Hiroshima (16/9/2025) dan Vissel Kobe (1/10/2025), meskipun hanya duduk di bangku cadangan. Sehari-hari, Baker adalah pemain andalan di akademi senior Melbourne City yang berkompetisi di National Premier League – Victoria (NPL VIC).
“Baker sangat dihormati, tidak hanya di City (Melbourne) di Australia setelah menandatangani kontrak profesional tiga tahun lalu, tetapi juga di Indonesia saat ia bersiap untuk potensi debut internasionalnya,” ungkap artikel tersebut.
Michael Petrillo, Direktur Sepak Bola Melbourne, memuji Mathew Baker sebagai talenta muda yang menjanjikan. Ia tidak ragu memberikan kontrak profesional dan tempat di tim utama karena kualitas yang dimiliki Baker. “Mathew adalah talenta muda yang menjanjikan, dan kami senang dia berkomitmen untuk masa depannya di klub ini,” ujar Petrillo. Pelatih akademi senior Melbourne City, Simon Zappia, menambahkan, “Kami senang melihatnya mendapatkan kontrak senior pertamanya dan tidak ragu bahwa dia dapat memberikan dampak di level tim utama dalam beberapa tahun mendatang.”
Profil Singkat Mathew Baker
- Tanggal Lahir: 13 Mei 2009
- Usia: 17 tahun
- Tempat Lahir: Melbourne, Australia
- Kewarganegaraan: Indonesia-Australia
- Klub: Melbourne City (akademi senior)
- Bergabung dengan Melbourne City: 30 September 2025
- Kontrak Berakhir: 30 September 2028
- Debut di Timnas U16 Indonesia: Di usia 15 tahun 1 bulan 8 hari (vs Singapura, 21 Juni 2024) di bawah asuhan Nova Arianto.
- Debut di Timnas U17 Indonesia: Di usia 15 tahun 3 bulan 12 hari (vs India, 25 Agustus 2024) di bawah asuhan Nova Arianto.
Dengan segala potensi dan kesempatan yang ada, debut Mathew Baker bersama Timnas Indonesia senior akan menjadi momen yang sangat dinantikan. Mampukah ia memecahkan rekor debut termuda dan menjadi inspirasi bagi generasi muda sepak bola Indonesia? Waktu yang akan menjawab.





