Perombakan besar-besaran tengah dilakukan oleh Persija Jakarta setelah rampungnya kompetisi Super League 2025-2026 pada bulan Mei lalu. Klub ibu kota ini menunjukkan langkah agresif dalam merombak skuadnya, terutama dengan melepas sejumlah pemain asing yang menjadi andalan di musim sebelumnya.
Gelombang Pemain Asing Hengkang
Setelah sebelumnya mengumumkan perpisahan dengan penyerang Allano Lima dan gelandang Van Basty Sousa, Persija kembali mengejutkan publik dengan mengakhiri kerja sama dengan enam pemain asing lainnya secara bersamaan pada hari Kamis (4/6). Keputusan manajemen ini memang terasa mendadak, mengingat delapan pemain asing yang dilepas tersebut merupakan elemen krusial dalam pencapaian Persija yang berhasil menduduki peringkat ketiga klasemen akhir Super League 2025-2026.
Enam pemain yang turut meninggalkan Persija, menyusul Allano Lima dan Van Basty Sousa, adalah:
* Carlos Eduardo
* Bruno Tubarao
* Jean Mota
* Emaxwell Souza
* Thales Lira
* Alaaeddine Ajaraie
Dengan kepergian massal ini, Persija kini hanya menyisakan tiga pemain asing yang statusnya masih aman di dalam skuad. Ketiganya adalah striker Gustavo Almeida, gelandang bertahan Fabio Silva, dan bek tengah Paulo Ricardo. Namun, masa depan ketiganya pun masih belum sepenuhnya pasti, sebab hingga kini belum ada pembicaraan kontrak yang konkret untuk musim depan.
“Persija menghadapi momen penuh haru yang tidak mudah, yakni sebuah perpisahan. Enam pemain yang masa kontraknya telah berakhir dipastikan tidak akan melanjutkan perjalanan bersama Persija pada musim depan,” demikian pernyataan resmi yang dirilis oleh Persija melalui laman mereka.
Alasan di Balik Kepergian
Keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak Carlos Eduardo, Bruno Tubarao, Jean Mota, dan Emaxwell Souza didasari oleh berakhirnya masa berlaku kontrak mereka setelah kompetisi Super League 2025-2026 usai. Sementara itu, Thales Lira dan Alaaeddine Ajaraie meninggalkan Persija karena status mereka adalah pemain pinjaman yang masa peminjamannya telah berakhir.
Thales Lira dijadwalkan akan kembali ke klub asalnya, Arema FC. Sedangkan Alaaeddine Ajaraie akan kembali ke klub induknya, NorthEast United, yang berkompetisi di Liga Super India.
Profil Singkat Pemain yang Dilepas
Carlos Eduardo: Kiper asal Brasil ini menjadi pemain asing dengan masa bakti terlama di Persija di antara mereka yang dilepas. Ia bergabung dengan skuad Macan Kemayoran sejak musim Liga 1 2024-2025. Selama musim 2025-2026, Carlos Eduardo tampil dalam 21 pertandingan, mencatatkan 31 penyelamatan gemilang, dan berhasil meraih delapan clean sheet.
Emaxwell Souza: Kabar mengenai kepergian Emaxwell Souza sebenarnya sudah tercium sejak pekan sebelumnya. Persija dikabarkan telah berusaha keras untuk mempertahankan sang pemain, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Musim lalu, Emaxwell Souza menjadi tulang punggung lini serang dengan bermain di 31 pertandingan, mencetak 16 gol, dan menyumbangkan empat assist. Performa impresifnya ini kabarnya menarik minat dari tim juara Persib Bandung dan Bhayangkara FC, yang dikabarkan berniat memboyong penyerang dengan nilai pasar mencapai Rp10,43 miliar ini.
Bruno Tubarao: Pemain ini tercatat membela Persija dalam 27 pertandingan di musim 2025-2026, dengan kontribusi satu gol dan empat assist.
Thales Lira: Berposisi sebagai bek tengah, Thales Lira tampil dalam 22 laga bersama Persija di musim yang baru saja berakhir.
Jean Mota: Bergabung dengan Persija pada paruh musim 2025-2026, kehadiran Jean Mota memberikan dimensi baru di lini serang tim. Ia berhasil mencatatkan satu gol dan empat assist.
Alaaeddine Ajaraie: Sama seperti Jean Mota, Alaaeddine Ajaraie juga bergabung di paruh kedua musim 2025-2026. Ia memberikan kontribusi yang signifikan dengan menorehkan tiga gol dan satu assist.
Masa Depan Klub yang Penuh Ketidakpastian
Perpisahan dengan delapan pemain asing ini menandai awal dari sebuah era baru bagi Persija Jakarta. Keputusan manajemen untuk melakukan perombakan besar-besaran ini tentu menimbulkan berbagai spekulasi mengenai arah strategi klub di musim mendatang. Apakah Persija akan membangun tim dari nol dengan pemain-pemain baru, ataukah akan fokus pada pengembangan pemain lokal?
Tiga pemain asing yang tersisa, Gustavo Almeida, Fabio Silva, dan Paulo Ricardo, kini menjadi harapan terakhir bagi lini asing Persija. Namun, tanpa adanya kepastian kontrak, bukan tidak mungkin mereka pun akan mengikuti jejak rekan-rekannya yang lain untuk mencari pelabuhan baru. Para penggemar Persija tentu menanti dengan cemas bagaimana kelanjutan nasib tim kesayangan mereka dan strategi apa yang akan diterapkan oleh jajaran manajemen untuk menghadapi kompetisi musim depan. Perombakan ini, meskipun menyakitkan, bisa jadi merupakan langkah awal yang diperlukan untuk membangun kembali kekuatan Persija agar mampu bersaing di papan atas kompetisi sepak bola nasional.






