Kondisi Lereng Gunung Slamet Setelah Banjir Bandang
Setelah banjir bandang yang menerjang kawasan Objek Wisata (OW) Pemandian Air Panas Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Sabtu (20/12/2025), publik beramai-ramai mengakses Google Earth untuk melihat kondisi lereng Gunung Slamet. Hasilnya mengejutkan, karena beberapa bagian lereng terlihat gundul dan rusak.
Beberapa area di lereng Gunung Slamet tampak dikeruk, pohon-pohon di babat, serta punggung bukit dilukai hingga tanah merah terlihat jelas. Warganet bahkan menyematkan nama-nama kasar pada titik-titik gundul tersebut sebagai bentuk kritikan terhadap kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan.
Di antara area yang terlihat gundul adalah danau Objek wisata Gunung Slamet yang berada di Dusun III, Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah. Selain itu, jalan penghubung ke wilayah lainnya juga terlihat dengan tanah merah yang terbuka lebar. Melebar ke arah lain, ada bukaan lahan cukup luas berwarna putih berbentuk kotak. Di sepanjang jalur tersebut, terlihat area yang lebih terbuka dan dikeruk dalam hingga melukai punggung bukit.
Masih lanjut, lahan yang terbuka menunjukkan warna yang kontras kanan dan kiri. Area gundul semakin lebar dengan jurang yang dalam serta tanah yang sudah tidak hijau lagi.
Janji Bupati Tegal
Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, mengakui bahwa alih fungsi lahan hutan menjadi pertanian sayuran ikut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko banjir bandang. Ia menilai hal ini harus segera diatasi dengan melakukan penghijauan ulang.
“Lahan kritis di kawasan hutan lindung yang gundul akan ditanami pohon, dan tahun 2026 untuk pengadaan bibit pohonnya akan kami siapkan,” kata Ischak dalam keterangannya, Minggu (21/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa pengawasan lintas sektor akan diperkuat bersama TNI-Polri, Perhutani, BKSDA Jawa Tengah, hingga pemerintah pusat untuk memetakan dan menangani lahan-lahan kritis, terutama di kawasan hutan lindung.

Guci Tegal Terkena Banjir Bandang
Kawasan wisata alam Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, diterjang banjir bandang pada Sabtu (20/12/2025). Bencana ini telah merusak banyak fasilitas wisata termasuk kolam pemandian air panas.
Kewaspadaan semakin meninggi ketika air mulai naik dan perlahan menutupi batu yang menjadi titik acuan. Zami, seorang warga setempat, menceritakan rahasia kewaspadaan warga Tegal ini. Saat air semakin tinggi, Zami langsung berteriak kepada pengunjung untuk segera naik menjauh dari kolam pemandian air panas.
Keputusan dan pengamatan Zami tersebut terbukti tepat karena tak lama kemudian air sungai langsung keruh dan banjir menerjang Pancuran 13.

Seketika pemandian air panas hilang diterjang banjir. Banjir juga merusak pipa air panas dan menyapu pemandian hingga lenyap. “Setelah kejadian saya sempat merenung dan menangis melihat kondisi kerusakan yang sangat parah. Baru kali ini mengalami peristiwa sampai kondisi kolam pemandian hilang. Sementara Pancuran 13 Guci ditutup untuk umum,” cerita Zami dengan suara bergetar.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal, M Afifudin, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.



