PLN Batam Catat Sejarah dengan Penjualan REC Perdana

BATAM (KEPRIZONE.COM) – PT PLN Batam menandai langkah baru dalam transisi energi dengan menjual Renewable Energy Certificate (REC) perdana kepada PT Volex Indonesia.

Energi bersih ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Tanjung Uma, salah satu pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) milik PLN Batam.

Langkah ini selaras dengan target pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060, di mana sektor energi menjadi kunci penurunan emisi karbon nasional. Penjualan REC perdana tersebut menjadi capaian penting bagi PLN Batam.

“Penjualan REC pertama ini merupakan bukti nyata peran PLN Batam dalam mendukung agenda transisi energi sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan kami,” ujar Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PLN Batam, Raditya Surya Danu, Senin (6/10/2025).

REC merupakan layanan pengakuan penggunaan EBT yang diberikan oleh PLN. REC menjadi bukti kepemilikan sertifikat berstandar internasional atas produksi tenaga listrik yang dihasilkan dari pembangkit energi terbarukan.

REC yang diperdagangkan dibeli melalui Platform I-REC, sebuah sistem sertifikasi internasional yang menguasai lebih dari 95 persen pasar global. Melalui platform ini, setiap sertifikat energi terbarukan yang diterbitkan bersifat kredibel, transparan, dan terverifikasi secara internasional, sehingga pelanggan industri dapat menunjukkan komitmen keberlanjutan tanpa harus membangun pembangkit sendiri.

Kehadiran listrik hijau dari PLN Batam menjadi dukungan nyata bagi industri dalam memenuhi permintaan pasar atas produk yang dihasilkan menggunakan energi ramah lingkungan.

Raditya menjelaskan, penggunaan energi bersih kini bukan lagi sekadar tren, melainkan faktor penting dalam menjaga daya saing industri di tingkat global.

Bagi PT Volex Indonesia, kolaborasi ini memungkinkan perusahaan mengklaim penggunaan energi bersih dalam operasionalnya di Batam. Hal ini sejalan dengan standar lingkungan global dan target pengurangan jejak karbon perusahaan, sekaligus memperkuat posisinya dalam rantai pasok internasional.

PLN Batam menegaskan, transaksi perdana ini bukanlah akhir, melainkan awal dari pengembangan portofolio pembangkit EBT serta perluasan penawaran REC kepada lebih banyak pelanggan industri dan korporasi. PLTS Tanjung Uma menjadi pilot project sekaligus pintu masuk kolaborasi energi hijau yang terverifikasi secara internasional.

Dengan langkah ini, PLN Batam hadir bukan hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra strategis industri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan berkelanjutan di Batam, Kepulauan Riau, dan Indonesia.

Pos terkait