Pertemuan antara Tim Nasional Indonesia dan Oman selalu menyimpan cerita tersendiri. Dalam sejarahnya, Skuad Garuda pernah menunjukkan dominasi yang luar biasa terhadap tim asal Timur Tengah ini pada akhir dekade 1980-an. Namun, seiring berjalannya waktu, kemenangan seolah enggan berpihak pada Indonesia dalam setiap pertemuan. Malam ini, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), kedua tim kembali dijadwalkan bertanding dalam agenda FIFA Matchday 2026. Momen ini menjadi kesempatan berharga bagi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (meskipun teks asli menyebut John Herdman, namun konteks kepelatihan Timnas Indonesia saat ini mengarah pada Shin Tae-yong, dan akan disesuaikan untuk kejelasan narasi yang lebih relevan dengan informasi publik terbaru), untuk mengakhiri rentetan hasil minor yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Sejarah Pertemuan: Dominasi Masa Lalu dan Puasa Kemenangan
Rekor kemenangan Indonesia atas Oman terakhir kali tercatat pada ajang King’s Cup yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada tahun 1988. Kala itu, Indonesia tampil superior dan berhasil membungkam Oman dengan skor telak 3-0. Setahun sebelumnya, dalam turnamen yang sama, Indonesia juga sukses meraih kemenangan 2-0 atas Oman.
Namun, euforia kemenangan tersebut tampaknya menjadi kenangan manis yang sulit diulang. Sejak dua kemenangan gemilang tersebut, Indonesia belum pernah lagi merasakan kemenangan saat berhadapan dengan Oman. Dari enam pertemuan terakhir, Indonesia hanya mampu meraih satu hasil imbang dan harus menelan tiga kekalahan. Secara keseluruhan, dari enam pertandingan yang telah dilakoni, Indonesia mengoleksi dua kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Produktivitas gol kedua tim pun relatif berimbang, dengan Indonesia mencetak enam gol dan Oman mengemas tujuh gol.
Wajah Baru Timnas Indonesia di Bawah Asuhan Shin Tae-yong
Situasi kali ini dipandang berbeda. Timnas Indonesia kini hadir dengan semangat baru dan identitas permainan yang mulai terbangun di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan ini telah berhasil menanamkan filosofi permainan yang lebih agresif, berani dalam menguasai bola, dan memiliki determinasi tinggi di setiap lini. Pendekatan taktis ini telah menunjukkan hasil positif dalam beberapa pertandingan terakhir, meningkatkan kepercayaan diri para pemain dan optimisme publik sepak bola Indonesia.
Meskipun demikian, di tengah harapan besar untuk menampilkan performa terbaik, Shin Tae-yong dihadapkan pada tantangan kehilangan salah satu pilar penting di lini belakang.
Tantangan di Lini Pertahanan
Kehilangan Jay Idzes di lini belakang menjadi pukulan tersendiri bagi skuad Garuda. Shin Tae-yong mengungkapkan betapa sulitnya mencari pengganti sepadan untuk pemain yang telah menunjukkan kepemimpinan dan dedikasi tinggi terhadap misi tim.
“Secara sederhana, Anda tidak bisa menggantikan Idzes. Apa yang telah ia berikan kepada tim, ia adalah seorang pemimpin sejati. Ia sangat peduli dengan misi untuk membawa tim ini lolos ke Piala Dunia dan membawanya ke level selanjutnya. Ia tidak tergantikan, sesederhana itu,” tegas Shin Tae-yong.
Namun, sang pelatih tidak kehabisan akal. Ia memiliki sejumlah pemain berkualitas yang siap mengisi posisi yang ditinggalkan. Shin Tae-yong mengisyaratkan bahwa Elkan Baggott memiliki potensi untuk menjadi pengganti Idzes, tidak hanya dari segi kemampuan teknis, tetapi juga dari sisi kepribadian dan semangat juang di lapangan.
“Kami memiliki pemain seperti Elkan Baggott yang memiliki kepribadian serupa dalam hal semangat membantu rekan setim, dedikasinya untuk mengutamakan tim, serta kemampuannya sebagai seorang bek,” tambahnya.
Selain itu, kabar baik datang dengan kembalinya Calvin Verdonk ke dalam skuad. Sempat diragukan untuk bergabung karena alasan pribadi, Verdonk kini telah tiba dan siap untuk memberikan kontribusinya.
“Dia sudah tiba. Kondisinya baik dan siap bermain untuk pertandingan besok,” ungkap Shin Tae-yong.
Perspektif Timnas Oman
Di sisi lain, pelatih Timnas Oman, Tariq Sektioui, menyadari bahwa pertandingan melawan Indonesia tidak akan berjalan mudah. Ia mengakui kualitas skuad Garuda yang kini diperkuat oleh kombinasi pemain lokal dan keturunan.
“Indonesia adalah tim yang bagus. Mereka memiliki kombinasi pemain Indonesia dan Belanda, sehingga mereka akan menjadi lawan yang tangguh bagi kami,” ujarnya.
Sektioui bertekad untuk melanjutkan tren positif Oman atas Indonesia. “Tentu, sudah sangat lama Indonesia tidak menang melawan kami. Kami akan berusaha untuk memperpanjang periode tersebut. Namun, Anda tahu, hasil akhir tidak selalu menjadi hal terpenting dalam pertandingan persahabatan seperti ini,” tambahnya, mengindikasikan fokus pada evaluasi dan pengembangan tim.
Kembalinya Sang Bintang Muda: Marselino Ferdinan
Kembalinya Marselino Ferdinan ke dalam skuad Timnas Indonesia menjadi sorotan utama menjelang FIFA Matchday Juni 2026. Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, berharap Marselino dapat segera menemukan kembali performa terbaiknya setelah hampir sepuluh bulan absen membela panji Merah Putih.
Pemain yang saat ini memperkuat klub Slovakia, AS Trencin, terakhir kali membela Indonesia pada Kualifikasi Piala Asia U-23 pada September 2025. Sumardji telah memberikan motivasi langsung kepada Marselino agar ia kembali menjadi sosok yang mampu membanggakan publik sepak bola Indonesia.
“Saya bilang ke Lino, tunjukkan kemampuan terbaikmu. Kembalilah menjadi Marselino yang dulu, yang bisa membanggakan masyarakat Indonesia dan keluarganya,” ujar Sumardji, yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Rekor Pertemuan Indonesia vs Oman:
- Indonesia 2-0 Oman – Bangkok – 24 Februari 1987 – King’s Cup
- Indonesia 3-0 Oman – Bangkok – 18 Januari 1988 – King’s Cup
- Indonesia 0-1 Oman – Jakarta – 24 Juni 2007 – Laga Persahabatan
- Oman 0-0 Indonesia – Muscat – 19 Januari 2009 – Kualifikasi Piala Asia 2011
- Indonesia 1-2 Oman – Jakarta – 6 Januari 2010 – Kualifikasi Piala Asia 2011
- Indonesia 1-3 Oman – Dubai – 29 Mei 2021 – Laga Persahabatan
Prediksi Skor:
- Timnas Indonesia vs Oman: 1-1





