Roh Maradona Menggema di Tubuh Rachmat Irianto! Tavares Beri Julukan Baru untuk Bintang Persebaya

Kemenangan Persebaya Surabaya dan Gol Spektakuler Rian

Persebaya Surabaya tampil dominan saat menjamu PSIM Yogyakarta dalam pertandingan pekan ke-18 Super League 2025/2026. Tim yang dikenal dengan julukan Green Force berhasil menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 3-0. Kemenangan ini tidak hanya mencerminkan performa tim, tetapi juga memunculkan sorotan besar terhadap peran Rachmat Irianto.

Pemain yang biasanya berposisi sebagai gelandang bertahan ini mencetak gol ketiga Persebaya Surabaya. Gol itu terjadi setelah Rian masuk di babak kedua dan langsung mengubah dinamika permainan. Dengan satu sentuhan menentukan, ia menggiring bola menembus pertahanan lawan sebelum melepaskan tembakan yang berbuah gol. Momen ini menjadi pengingat bahwa bahkan pemain dengan posisi bertahan bisa memberikan dampak besar dalam sebuah pertandingan.

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tanpa ragu melontarkan pujian spesial untuk Rian. Julukan tak biasa muncul dari kekaguman Tavares terhadap kualitas gol yang dicetak Rian. Ia menyebut jika tidak mengenal Rian sebelumnya, ia akan mengira nama pemain itu adalah Diego Armando Maradona.

Performa Tim di Babak Kedua

Menurut Tavares, permainan Persebaya Surabaya jauh lebih berkembang setelah turun minum. Para pemain pengganti memberi dampak signifikan, dengan intensitas serangan meningkat dan peluang demi peluang tercipta dari kaki Bruno Moreira dan kolega. “Saya rasa tim kami di babak kedua banyak berkembang, begitu juga para pemain yang bisa masuk ke dalam permainan,” ujar Tavares usai pertandingan.

Ia menilai perubahan ritme permainan menjadi kunci dominasi Green Force. “Dan saya rasa di babak kedua, kami pantas menang karena kami menciptakan banyak peluang,” tegas mantan pelatih PSM Makassar tersebut. Pernyataan ini menegaskan bahwa Persebaya Surabaya bukan sekadar menang, tetapi menang dengan cara yang meyakinkan.

Meski menang tiga gol tanpa balas, Tavares merasa skor tersebut belum sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan. Peluang emas yang tercipta seharusnya bisa membuat Persebaya Surabaya mencetak lebih banyak gol. “Kami memiliki lebih banyak peluang besar untuk mencetak lebih banyak gol, jadi saya sangat senang untuk para pemain,” jelas Tavares. Ia menyebut performa kolektif tim patut diapresiasi.

Namun, Tavares mengingatkan agar kemenangan tidak membuat tim terlena dan kehilangan kerendahan hati. Menurutnya, konsistensi dan evaluasi tetap harus berjalan di setiap hasil pertandingan. “Tetapi kita harus rendah hati, karena ketika kita menang, bukan berarti semuanya baik, ketika kita kalah, bukan berarti semuanya buruk,” tegasnya.

Sorotan pada Rian dan Respons Suporter

Di balik kemenangan tersebut, sorotan besar tertuju pada Rachmat Irianto yang mencetak gol ketiga Persebaya Surabaya. Gol itu terasa istimewa karena lahir dari aksi individu pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan. Rian baru masuk di babak kedua, namun langsung mengubah dinamika permainan. Dengan satu sentuhan menentukan, ia menggiring bola menembus pertahanan PSIM sebelum melepaskan tembakan terarah yang berbuah gol.

Momen itulah yang memicu komentar ikonik dari Bernardo Tavares. “Kalau saya melihat gol ini hari ini dan saya belum pernah melihat Rian sebelumnya, saya akan bilang namanya adalah Rian Diego Armando Maradona,” ungkap Tavares. Julukan itu langsung menyebar luas dan mendapat sambutan hangat dari Bonek.

Para pendukung Persebaya Surabaya membanjiri kolom komentar dengan pujian untuk pemain yang dikenal rendah hati tersebut. Komentar-komentar seperti “Warisan e Almarhum abah bejo ttp bersinar dan berkembang trus ttp rendah Hati cak rian????????,” menyinggung karakter Rian yang konsisten bekerja dalam diam. “TOP cak Ryan????,” ujar salah satu Bonek lainnya. Dukungan singkat namun penuh makna itu mencerminkan rasa bangga suporter.

Statistik yang Mengesankan

Secara statistik, kontribusi Rachmat Irianto di laga ini sangat impresif meski hanya bermain 28 menit. Ia mencatatkan expected goals 0.43 dan langsung mengonversinya menjadi satu gol. Rian hanya melepaskan satu tembakan dan semuanya tepat sasaran dengan akurasi 100 persen. Efektivitas itu menunjukkan kualitas pengambilan keputusan yang matang.

Dalam distribusi bola, Rian juga tampil sempurna dengan empat umpan sukses dari empat percobaan. Akurasi umpan 100 persen memperlihatkan perannya dalam menjaga tempo permainan. Di sektor bertahan, Rian mencatat tiga intersep dan satu sapuan penting. Statistik itu menegaskan identitasnya sebagai gelandang bertahan yang disiplin.

Gol ala Maradona dari seorang gelandang bertahan membuat laga ini terasa istimewa bagi Persebaya Surabaya. Bernardo Tavares pun seolah menemukan simbol kerja keras dan fleksibilitas dalam sosok Rachmat Irianto. Julukan “Diego Armando Maradona” mungkin terdengar berlebihan, namun lahir dari momen yang jujur dan penuh emosi.

Bagi Bonek, malam itu menjadi bukti Rian bukan sekadar pemain pelapis, melainkan bintang yang siap bersinar kapan pun diberi kesempatan.

Pos terkait