Senegal dan Mali Melaju ke Perempat Final Piala Afrika 2025: Drama Comeback dan Adu Penalti Dramatis
Babak 16 besar Piala Afrika 2025 telah menyajikan dua pertandingan pembuka yang penuh kejutan dan drama. Senegal berhasil mengamankan tiket perempat final setelah bangkit dari ketertinggalan, sementara Mali harus berjuang keras melalui adu penalti untuk menyingkirkan Tunisia, bahkan dengan keunggulan satu pemain yang hilang sejak awal. Kedua tim pemenang ini kini dijadwalkan akan saling berhadapan di babak delapan besar, menjanjikan duel sengit yang patut dinantikan.
Rangkaian pertandingan babak 16 besar ini dimulai pada Sabtu (3/1/2026) malam hingga Minggu (4/1/2026) dini hari waktu Indonesia Barat. Dua laga awal yang menentukan nasib tim menuju perempat final adalah pertarungan antara Senegal melawan Sudan, dan duel sengit antara Mali melawan Tunisia. Pemenang dari kedua pertandingan ini akan saling berhadapan di fase berikutnya, menciptakan potensi bentrokan antar dua tim yang telah membuktikan ketangguhannya.
Senegal Bangkit dari Ketinggalan Melawan Sudan
Pertandingan pertama mempertemukan Senegal, yang dijuluki Singa Teranga, dengan Sudan di Stadion Tangier Grand. Awal laga tidak berjalan mulus bagi Senegal. Sudan berhasil mencuri keunggulan melalui gol Aamir Abdallah Yunis pada menit ke-6, membuat Senegal tertinggal 0-1.
Namun, keunggulan Sudan tidak bertahan lama. Semangat juang Senegal mulai terlihat di menit ke-29, ketika Pape Gueye berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Pahlawan comeback Senegal, Pape Gueye, kembali menunjukkan kelasnya menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-45+3, ia mencetak gol keduanya yang membawa Senegal berbalik unggul 2-1. Keunggulan ini bertahan hingga babak pertama usai, memberikan momentum positif bagi pasukan Pape Thiaw.
Di babak kedua, Senegal semakin mempertegas dominasinya. Pada menit ke-77, Ibrahim Mbaye mencatatkan namanya di papan skor, menambah keunggulan Senegal menjadi 3-1. Gol ini menjadi penutup pesta gol Senegal dalam pertandingan tersebut. Keunggulan 3-1 tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, memastikan Senegal melaju ke babak perempat final dengan kemenangan yang meyakinkan.
Mali Lolos Dramatis Melalui Adu Penalti Kontra Tunisia
Usai Senegal memastikan kemenangan, perhatian beralih ke pertandingan antara Mali dan Tunisia yang berlangsung beberapa jam kemudian di Stadion Mohammed V. Pertandingan ini menyajikan drama yang jauh lebih menegangkan, karena Mali harus bermain dengan 10 orang sejak awal babak kedua.
Les Aigles, julukan Mali, mengalami pukulan telak pada menit ke-26 ketika Woyo Coulibaly diganjar kartu merah langsung. Bek sayap yang juga bermain di klub yang sama dengan bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, di Sassuolo, terpaksa keluar lapangan setelah dianggap melakukan pelanggaran keras terhadap Hannibal Mejbri, mantan wonderkid Manchester United. Sejak saat itu, Mali harus berjuang ekstra keras dengan skuad yang tidak lengkap.
Meskipun bermain dengan 10 pemain, Mali mampu menahan imbang Tunisia hingga menit akhir. Namun, harapan Tunisia untuk melaju ke perempat final sempat membumbung tinggi ketika Firas Chaouat berhasil mencetak gol pada menit ke-88, membawa timnya unggul 1-0.
Drama kembali hadir di menit-menit akhir pertandingan. Pada menit ke-90+7, wasit menunjuk titik putih setelah Yassine Meriah melakukan handball di kotak terlarang. Lassine Sinayoko sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor penalti, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol penalti ini memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Di babak perpanjangan waktu, kedua tim gagal mencetak gol tambahan. Nasib pemenang akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti. Dalam drama adu tos-tosan, Mali berhasil mendapatkan momentumnya. Mereka keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2.
Dari kubu Mali, hanya Yves Bissouma dan Nene Dorgeles yang gagal mengeksekusi penalti. Sementara itu, Lassine Sinayoko, Gaoussou Diakite, dan El Bilal Traore berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Di sisi lain, Tunisia harus menelan pil pahit. Tiga penendang mereka, Ali Abdi, Elias Achouri, dan Mohamed Ali Ben Romdhane, gagal mencetak gol. Hanya Yassine Meriah dan Elias Saad yang berhasil menaklukkan kiper Mali.
Berkat kemenangan dramatis melalui adu penalti ini, Mali berhak melaju ke perempat final Piala Afrika 2025. Mereka akan menjadi lawan Senegal di babak delapan besar, sebuah pertandingan yang diprediksi akan menyajikan tontonan menarik. Pertemuan antara Senegal dan Mali ini dijadwalkan akan digelar di Stadion Gran Stade de Tanger pada Jumat (9/1/2026) pukul 23.00 WIB.
Hasil Babak 16 Besar Piala Afrika 2025 (Hingga Minggu, 4 Januari 2026 Dini Hari WIB)
Senegal 3-1 Sudan
- Gol Senegal: Pape Gueye (29′, 45+3′), Ibrahim Mbaye (77′)
- Gol Sudan: Aamir Abdallah Yunis (6′)
Mali 1-1 Tunisia (Mali menang 3-2 via adu penalti)
- Gol Mali: Lassine Sinayoko (90+7′-pen)
- Gol Tunisia: Firas Chaouat (88′)




