Perjalanan Kembali Tim Persiba Balikpapan via Jalur Laut
Setelah menderita kekalahan 0-2 dari Persela Lamongan dalam pertandingan lanjutan Liga Championship 2025/2026, rombongan tim sepak bola Persiba Balikpapan langsung melakukan perjalanan kembali ke kota asalnya. Mereka memilih jalur laut menggunakan KM Dobonsolo, sebuah kapal yang menghubungkan antara Surabaya dan Balikpapan.
Perjalanan tersebut dimulai setelah pertandingan selesai, dengan para pemain dan staf tim langsung menuju Pelabuhan Semayang di Balikpapan. Kapal KM Dobonsolo tiba di pelabuhan sekitar pukul 18.00 Wita pada hari Senin (30/3/2026). Ini menjadi cara unik bagi tim untuk kembali ke kampung halaman mereka, terutama karena kondisi transportasi yang tidak memungkinkan penggunaan pesawat.
Pengalaman Berbeda Saat Naik Kapal Laut
Selama perjalanan, para pemain Persiba Balikpapan tampak berbaur dengan para pemudik arus balik yang juga melintasi jalur laut. Hal ini menciptakan suasana yang berbeda dibanding biasanya, di mana para pemain lebih fokus pada perjalanan daripada aktivitas rutinitas mereka.
Pelatih kiper Persiba Balikpapan, Denny Marsel, menyatakan bahwa kondisi tim tetap aman selama perjalanan. Ia juga menekankan bahwa para pemain menikmati pengalaman naik kapal laut. Denny mengatakan:
“Alhamdulillah aman, pemain juga enjoy di kapal. Lagian saya sudah sering naik kapal dari Persiba junior sampai Persiba senior.”
Ia menambahkan bahwa perjalanan laut tidak akan memengaruhi kebugaran pemain. Menurutnya, masih ada waktu persiapan yang cukup sebelum laga berikutnya.
“InsyaAllah tidak berpengaruh kepada kebugaran pemain karena masih ada empat hari sebelum match,” tambahnya.
Kepercayaan Tim Pelatih atas Kondisi Pemain
Dengan adanya waktu pemulihan yang tersedia, tim pelatih sangat optimistis bahwa kondisi para pemain akan kembali prima saat menjalani pertandingan berikutnya. Mereka percaya bahwa pengalaman perjalanan via laut tidak akan memberikan dampak negatif terhadap performa tim.
Setibanya di Balikpapan, rombongan Persiba Balikpapan disambut oleh Kepala PT Pelni Cabang Balikpapan, Ridwan Mandaliko. Ia menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan kepada para pemain selama perjalanan.
“Mereka nyaman naik kapal dan berterima kasih kepada Pelni,” ujarnya.
Ridwan juga menjelaskan bahwa keputusan menggunakan jalur laut diambil karena rombongan kehabisan tiket pesawat. Meski begitu, hal tersebut tidak menyurutkan semangat tim untuk segera kembali ke Balikpapan.
“Kehabisan tiket pesawat tidak menyurutkan semangat mereka untuk bisa kembali ke Balikpapan,” pungkasnya.
Pengalaman perjalanan kembali tim Persiba Balikpapan melalui jalur laut menunjukkan fleksibilitas dan adaptasi yang baik dari para pemain dan pelatih. Meskipun ada tantangan dalam hal transportasi, mereka tetap menjaga semangat dan komitmen terhadap pertandingan selanjutnya.





