Remaja Ditemukan Meninggal Tragis di Parigi Moutong, Keluarga Tolak Otopsi
Parigi Moutong, Sulawesi Tengah – Sebuah peristiwa tragis menggemparkan warga Desa Siniu, Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong. Seorang remaja perempuan berinisial KA, berusia 17 tahun, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar rumah orang tuanya pada Sabtu (14/2/2026) pagi. Kejadian ini terjadi di tengah aktivitas pagi yang baru saja dimulai, sontak menimbulkan kekhawatiran dan kesedihan mendalam di kalangan masyarakat setempat.
Menurut keterangan yang dihimpun dari pihak kepolisian, penemuan jasad KA pertama kali terjadi sekitar pukul 07.45 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Kronologi kejadian bermula ketika ibu KA memintanya untuk menanak nasi sebelum beliau berangkat berjualan ikan di lapak yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah. Tak lama kemudian, anggota keluarga mencium aroma hangus yang berasal dari arah dapur.
Ketika diperiksa, kompor di dapur ditemukan masih menyala. Namun, KA tidak terlihat di ruang utama maupun dapur. Kecurigaan pun muncul, dan keluarga memutuskan untuk memeriksa kamar KA. Di sanalah mereka mendapati KA dalam keadaan mengenaskan, tergantung di dalam kamarnya.
Teriakan histeris dari pihak keluarga seketika menarik perhatian warga sekitar. Seorang nelayan yang kebetulan berada di dekat lokasi kejadian segera memberikan pertolongan dengan membantu menurunkan KA. Setelah itu, KA sempat dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Siniu untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sayangnya, nyawa remaja malang ini tidak dapat diselamatkan.
Penyelidikan Tetap Berjalan Meski Keluarga Menolak Otopsi
Kapolsek Ampibabo, IPTU Safrin H Abdullah, membenarkan adanya peristiwa memilukan tersebut. Menindaklanjuti laporan, pihaknya segera memerintahkan tim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan.
“Anggota segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah TKP. Barang bukti serta keterangan saksi juga telah dikumpulkan,” ujar IPTU Safrin dalam keterangan resminya pada Minggu (15/2/2026).
Dalam proses penyelidikan, pihak kepolisian sempat menyarankan untuk dilakukan visum et repertum atau otopsi guna memastikan penyebab pasti kematian KA secara medis. Namun, keluarga KA secara tegas menolak dilakukannya otopsi. Penolakan tersebut bahkan telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani oleh pihak keluarga.
“Kami menghormati keputusan keluarga yang menolak otopsi, tetapi penyelidikan tetap berjalan secara profesional untuk memastikan tidak ada unsur pidana lain yang terlibat dalam peristiwa ini,” tegas IPTU Safrin.
Meskipun keluarga telah menyatakan penolakan otopsi, kepolisian berkomitmen untuk tetap menjalankan proses penyelidikan secara mendalam dan profesional. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa tidak ada unsur kejahatan atau kelalaian yang terlewatkan, serta untuk memberikan kejelasan bagi semua pihak yang terlibat.
Imbauan untuk Masyarakat dan Langkah Selanjutnya
Menyikapi situasi yang tengah menyita perhatian publik ini, IPTU Safrin mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan. Ia meminta agar tidak ada spekulasi yang berlebihan atau penyebaran informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Percayakan proses penyelidikan kepada pihak kepolisian,” tuturnya.
Saat ini, pihak kepolisian akan mengintensifkan peran Bhabinkamtibmas (Bintara Pembina Kamtibmas) untuk melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga KA. Tujuannya adalah untuk memberikan dukungan moral dan pendampingan selama masa berkabung hingga proses pemakaman jenazah KA berlangsung. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu keluarga dalam menghadapi cobaan yang berat ini dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Desa Siniu.
Proses penyelidikan yang terus berjalan diharapkan dapat memberikan titik terang mengenai penyebab pasti dari tragedi yang merenggut nyawa seorang remaja di usia belia ini. Pihak kepolisian akan terus bekerja keras untuk mengungkap segala fakta yang ada, sembari tetap menghormati keputusan dan privasi keluarga yang sedang berduka.





