Wajah Baru Persebaya di Super League! Tantangan Lawan PSIM Yogyakarta Jadi Ujian Bernardo Tavares

Persebaya Surabaya Siap Tampil dengan Komposisi Baru di Super League

Persebaya Surabaya akan segera menghadapi tantangan berat dalam laga perdana putaran kedua Super League 2025/2026. Tim asal Surabaya ini akan bertandang ke markas PSIM Yogyakarta pada Minggu (25/1/2026) sore di Stadion Sultan Agung, Bantul. Laga ini menjadi momen penting bagi Green Force untuk membuktikan bahwa sentuhan magis pelatih Bernardo Tavares telah memberikan dampak positif.

Persebaya Surabaya datang dengan komposisi baru setelah melakukan perombakan besar-besaran sejak awal Januari 2026. Tiga pemain asing asal Brasil resmi bergabung, yaitu Bruno Paraíba, Jefferson da Silva, dan Gustavo Fernandes. Kehadiran ketiganya diharapkan dapat menambah variasi permainan serta daya gedor yang lebih kuat. Selain itu, kabar terbaru menyebutkan bahwa Pedro Matos, gelandang asal Portugal, juga akan segera diumumkan sebagai rekrutan anyar.

Di lini depan, Persebaya kemungkinan besar akan mengandalkan Perovic. Hal ini muncul setelah Diego Maurício dikabarkan akan hengkang ke klub India. Sementara itu, nasib Dejan Tumbas masih belum jelas karena dua kali absen latihan dan belum dipastikan masuk rencana utama tim. Kondisi ini memaksa Bernardo Tavares untuk menata ulang strategi permainan.

Pelatih asal Portugal ini menekankan pentingnya keseimbangan dalam skuad. Menurut Tavares, tim kuat harus memiliki kompetisi sehat di setiap posisi. Setiap pemain dituntut siap bersaing demi kepentingan tim. Ia menjelaskan:

“Jika ingin memiliki tim yang kuat, setiap posisi harus punya dua atau tiga pemain yang bersaing secara sehat. Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara.”

Selain itu, Tavares juga menyoroti pentingnya kekuatan ruang ganti. Harmoni tim dianggap sebagai kunci konsistensi performa sepanjang musim. Ia menegaskan:

“Kami ingin ruang ganti semakin kuat dan tim menjadi lebih baik.”

PSIM Yogyakarta Kehilangan Pilar Utama

Di sisi lain, PSIM Yogyakarta menghadapi tantangan berat karena kehilangan salah satu pilar utama di lini belakang. Bek jangkung asal Argentina, Franco Ramos Mingo, harus absen akibat hukuman kartu merah. Franco menerima sanksi setelah diusir wasit pada laga tandang melawan Madura United, 10 Januari lalu. Absennya pemain bernomor punggung empat itu menjadi kerugian besar bagi Laskar Mataram.

Franco selama ini sangat vital di jantung pertahanan PSIM. Ia dikenal kuat dalam duel udara dan disiplin menjaga area kotak penalti. Meski sempat mencetak gol penting dalam laga kontra Madura United, momen tersebut berubah menjadi kekecewaan setelah ia mendapat kartu merah. Franco mengakui banyak emosi bercampur dalam satu pertandingan:

“Ini sulit karena saya merasakan banyak emosi. Pertama kebahagiaan, lalu kesedihan, tapi ini sepak bola dan bisa terjadi pada siapa saja.”

Ia juga menyadari keputusan wasit mungkin terasa berat bagi dirinya. Meski begitu, Franco memilih bersikap dewasa dan menerima kenyataan. Ia berjanji akan memberikan kontribusi maksimal selama sesi latihan.

“Saya akan merindukan bermain bersama tim di pertandingan berikutnya tapi saya akan berusaha memberikan yang terbaik dalam latihan untuk membantu rekan-rekan tim saya tampil baik saat pertandingan tiba,” ujarnya.

Peluang Bagi Persebaya Surabaya

Absennya Franco Ramos di kubu PSIM bisa menjadi celah yang dimanfaatkan Persebaya Surabaya. Green Force berpeluang menekan sejak awal laga. Dengan wajah baru dan energi segar, Persebaya Surabaya datang ke Bantul membawa optimisme. Laga ini menjadi ujian pertama hasil perombakan tim.

Pertemuan PSIM dan Persebaya Surabaya pun diprediksi berjalan menarik. Satu tim kehilangan bek terbaiknya, sementara tim lain tampil dengan komposisi anyar. Bagi Persebaya Surabaya, pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin. Laga ini menjadi pembuktian awal magis Bernardo Tavares di putaran kedua.

Bonek tentu menanti hasil positif dari laga perdana ini. Momentum di Bantul bisa menjadi titik awal kebangkitan Green Force di Super League.

Pos terkait