Warga Driyorejo Gagalkan Rampok, Pemilik Toko Nyaris Tewas Tertikam

Percobaan Perampokan di Gresik Berhasil Digagalkan, Korban Luka Akibat Senjata Tajam

GRESIK – Sebuah upaya percobaan perampokan bersenjata di sebuah toko kelontong di Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berhasil digagalkan oleh keberanian warga. Insiden yang terjadi pada Sabtu malam (17/1/2026) itu meninggalkan luka di leher pemilik toko, namun pelaku berhasil diamankan di lokasi kejadian sebelum sempat melarikan diri.

Peristiwa dramatis ini terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di Toko Ishek Jaya, yang berlokasi di Jalan Merah Delima, Ruko Sentraland Blok F 83, Randegansari, Kecamatan Driyorejo.

Kronologi Kejadian yang Mengejutkan

Menurut keterangan yang dihimpun, korban dalam insiden ini adalah Sahara Heksa (54), pemilik Toko Ishek Jaya, yang merupakan warga asli Driyorejo. Saat kejadian, korban tengah bersiap untuk menutup tokonya pada malam hari.

Tiba-tiba, seorang pria tak dikenal menghampiri toko tersebut. Pelaku, yang belakangan diketahui bernama SK (36), berpura-pura ingin membeli beras. Ia meminta agar tetap dilayani dengan alasan akan segera melakukan perjalanan keluar kota keesokan harinya.

Karena tidak memiliki firasat buruk, korban Sahara Heksa mengizinkan pelaku untuk masuk ke dalam area toko. Namun, niat jahat pelaku seketika terungkap. Tanpa peringatan, pelaku tiba-tiba mengalungkan sebilah pisau ke leher korban. Aksi tersebut sontak membuat korban terkejut dan ketakutan, menyadari dirinya menjadi sasaran percobaan perampokan dengan kekerasan.

Dalam situasi yang mencekam tersebut, korban Sahara Heksa sempat berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut didengar oleh Agusti Mahendra Aditya (22), seorang saksi yang bekerja di toko sebelah. Mengetahui adanya bahaya, saksi Agusti segera berlari menuju lokasi kejadian. Dengan sigap, ia berusaha menolong korban dan berhasil mengamankan pelaku. Kehadiran saksi yang berani ini menjadi kunci keberhasilan penggagalan aksi kejahatan tersebut.

Tak lama setelah pelaku berhasil diamankan, pihak kepolisian dari Polsek Driyorejo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Luka dan Barang Bukti yang Diamankan

Akibat dari percobaan perampokan tersebut, korban Sahara Heksa mengalami luka gores di bagian leher. Luka tersebut disebabkan oleh senjata tajam yang digunakan oleh pelaku. Tim medis dari Polsek Driyorejo segera memberikan penanganan awal kepada korban.

Selain mengamankan pelaku, petugas kepolisian juga berhasil menyita beberapa barang bukti yang berkaitan dengan insiden tersebut. Barang bukti yang diamankan meliputi:

  • Satu bilah pisau yang diduga digunakan oleh pelaku untuk mengancam korban.
  • Rekaman kamera CCTV dari Toko Ishek Jaya, yang diperkirakan akan sangat membantu dalam proses penyelidikan untuk merekonstruksi kejadian secara detail.

Kapolsek Driyorejo, Kompol Musihram, mengonfirmasi bahwa pelaku telah berhasil diamankan. “Pelaku sudah kami amankan,” ujar Kompol Musihram pada Minggu (18/1/2026), sehari setelah kejadian.

Identitas Pelaku dan Jerat Hukum

Tersangka yang berhasil diamankan diketahui bernama SK, seorang pria berusia 36 tahun. Berdasarkan informasi yang ada, SK merupakan warga Monang Maning, Kota Denpasar, Provinsi Bali. Ia diduga nekat melakukan aksi percobaan pencurian dengan kekerasan (curas) seorang diri di toko sembako tersebut.

Atas perbuatannya, SK kini dijerat dengan Pasal 479 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal ini biasanya mengatur tentang perampokan atau pencurian dengan kekerasan.

Saat ini, SK telah dibawa ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Driyorejo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Barang bukti berupa sebilah pisau dan rekaman CCTV toko juga telah diamankan sebagai kelengkapan berkas penyidikan. Pihak kepolisian terus melakukan pengembangan untuk memastikan apakah pelaku memiliki catatan kriminal lain atau beraksi bersama pihak lain.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan, terutama bagi para pemilik usaha, dalam menjaga keamanan diri dan aset mereka. Keberanian warga dalam bertindak sigap juga menunjukkan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial dalam menciptakan lingkungan yang aman.

Pos terkait