Tempo Raih Hibah Inovasi AI dari Google News Initiative untuk Transformasi Arsip Digital
Dalam sebuah langkah signifikan untuk memajukan jurnalisme di era digital, Tempo berhasil mendapatkan pengakuan internasional dengan meraih hibah dari program JournalismAI Innovation Challenge 2025. Program prestisius ini, yang didukung oleh Google News Initiative, menempatkan Tempo di garis depan inovasi kecerdasan buatan (AI) di industri media.
Proses seleksi yang sangat kompetitif ini melibatkan 372 perusahaan penerbitan dari seluruh penjuru dunia. Setelah melalui berbagai tahapan evaluasi yang ketat, Tempo terpilih bersama dengan 11 organisasi media lainnya untuk berpartisipasi dalam proyek pengembangan AI selama sembilan bulan ke depan.
Matt Cooke, Head of Ecosystem Investment Programs Google News Partnership, menyatakan antusiasmenya terhadap program ini. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi dengan JournalismAI di London School of Economics bertujuan untuk mendorong eksperimen, pemahaman mendalam, dan berbagi praktik terbaik guna memajukan model bisnis media. Cooke sangat terkesan dengan ide-ide inovatif yang diajukan oleh para penerima hibah.
Jaringan Global Inovator Media
Ke-12 perusahaan penerbitan yang terpilih dalam program ini berasal dari 11 negara yang berbeda, menunjukkan jangkauan global dari inisiatif ini. Negara-negara tersebut meliputi Taiwan, Slovakia, Portugal, Filipina, India, Malaysia, Indonesia, Amerika Serikat, Spanyol, Italia, dan Brasil. Keikutsertaan Tempo menjadikannya satu-satunya media dari Indonesia yang berhasil mendapatkan hibah dalam JournalismAI Innovation Challenge 2025, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi industri media nasional.
Charlie Beckett, Direktur JournalismAI dari London School of Economics, menyambut baik para pemenang dan program ini. Ia menekankan pentingnya inovasi untuk mendukung jurnalisme berkualitas. “Agar jurnalisme berkualitas dapat berkembang, dibutuhkan pendapatan, dan inovasi ini bertujuan untuk menggunakan AI mencapai kebutuhan tersebut,” ujar Beckett dalam keterangan resminya pada 10 Februari 2026.
Fokus Pengembangan: AI untuk Audiens dan Pendapatan
Selama periode sembilan bulan setelah pengumuman hibah, para penerbit yang beruntung akan fokus pada pengembangan produk berbasis AI. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kecerdasan audiens dan mendorong pertumbuhan pendapatan bagi organisasi media mereka. Setiap penerima hibah akan menerima pendanaan antara US$ 50.000 hingga US$ 100.000. Dana ini dimaksudkan untuk mempercepat literasi dan implementasi AI melalui eksperimen yang terarah dan inovatif.
Ide-ide proyek yang diajukan oleh 12 penerima hibah sangat beragam, mencerminkan tantangan dan peluang yang dihadapi industri media saat ini. Beberapa proyek berfokus pada:
- Membuat jurnalisme iklim lebih mudah diakses oleh khalayak luas.
- Mengembangkan sistem untuk memprediksi risiko kehilangan pelanggan.
- Meningkatkan efektivitas komunikasi dampak dari pemberitaan.
Tempo Assistant: Transformasi Arsip Digital dengan AI
Dalam konteks ini, Tempo mengajukan ide proyek yang ambisius dan berpotensi merevolusi cara pengelolaan dan akses arsip berita. Proyek Tempo berpusat pada pengembangan sebuah platform arsip yang didukung oleh kecerdasan buatan. Platform ini dirancang untuk memusatkan seluruh aset digital Tempo dalam satu sistem manajemen yang terintegrasi.
Tempo menamai platform inovatif ini sebagai Tempo Assistant. Fungsi utamanya adalah membantu pengguna, baik itu jurnalis, peneliti, maupun publik, dalam menjelajahi arsip pemberitaan Tempo yang mencakup puluhan tahun terakhir. Dengan Tempo Assistant, pencarian artikel-artikel lama akan menjadi jauh lebih mudah dan efisien, tanpa perlu lagi bersusah payah mengobrak-abrik arsip cetak yang memakan waktu dan tenaga.
Keberhasilan Tempo dalam mendapatkan hibah ini menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dengan memanfaatkan kekuatan AI, Tempo Assistant diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi internal tetapi juga memberikan nilai tambah yang signifikan bagi audiensnya, memastikan bahwa kekayaan informasi yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun tetap relevan dan mudah diakses di masa depan.





